Jepara, bertempat di ruang rapat Dinas lingkungan hidup kamis 16 april dilangsungkan pemeriksaan formulir Upaya Pengolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKl-UPL) dan ijin lingkungan berkait pembangunan RSI NU Mayong.

Dikarenakan situasi yang kurang memungkinkan akibat merebaknya pandemi Coronavirus 2019 pemeriksaan ini dilakukan dalan pertemuan yang singkat.

Hadir dalam pertemuan ini wakil dari beberapa dinas. Antara lain dari Dinas Lingkungan Hidup, Bapeda, Dinas Perhubungan, serta Dinas Kesehatan Kabupaten.

Bapak HERMAWAN OKTAVIANTO, SP,
Kepala Bidang Penaatan dan Penataan PPLH menyampaikan, beliau sudah melakukan kunjungan ke tapak proyek RSI NU Mayong, menurut beliau pendirian Rumah Sakit bertujuan baik karena membantu masyarakat dalam hal kebutuhan kesehatan. Berkaitan dengan rencana pembangunan RSI NU Mayong beliau memberikan saran agar RSI NU Mayong nantinya memperhatikan betul soal parkir, jangan sampai kendaraan pengunjung maupun karyawan mengganggu jalan Raya. Perlu diperhatikan juga soal area hijau, taman dan penghijauan paling tidak 40%, tidak boleh ada pengerasan. Jalan sebaiknya dibuat dari paving blok, limbah B3 kerja sama dengan pihak vendor yang memang sudah ahli. Sedang untuk sampah domestik sebaiknya kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup khususnya unit kerja Kebersihan, juga yang penting diperhatikan adalah harus tersedia sumur resapan yang memadai. Sehingga air hujan tidak mengalir begitu saja sehingga menimbulkan banjir di daerah yang lebih rendah.

Dari Dinas Kesehatan Kabupaten menyampaikan hal perlu diperhatikan antara lain adalah sanitasi, juga perlu diperhatikan hasil lab yang menunjukkan ph air masih dibawah standart, sumur resapan juga perlu diperhatikan betul untuk mencegah banjir, selain itu dalam pengeloaan IPAL ada pantauan bahwa volume yang masuk sama dengan yang keluar, artinya tidak ada kebocoran dalam IPAL.

Dinas perhubungan menanyakan dalam formulir UKL UPL belum ada pembahasan Amdal Lalin. Kepada pemrakarsa diminta untuk memastikan perlu tidaknya Amdal Lalin kepada bagian perijinan. Jika diperlukan, mohon dilengkapi dengan Amdal Lalin, jika tidak diperlukan maka pemrakarsa mohon melengkapi dengan berberapa sarana Lalu Lintas seperti lampu peringatan, sarana parkir yang memadai jangan sampai parkir mengganggu lalu lintas, tempat parkir harus dibangun bersamaan dengan pembangunan RS sehingga ketika Rumah sakit beroperasi sarana parkir sudah siap. Selain itu juga perlu disiapkan jalur ambulance.

Perwakilan Bapeda mempertanyaan pengelolaan sampah domestik selama konstruksi. Diminta ceceran tanah jika ada pengangkutan galian tanah menjadi tanggung jawab pemrakarsa, selain itu pemrakarsa diminta mengajukan ijin penggunaan air paska pengolahan limbah untuk penyiraman tanaman. Juga diingatkan agar nantinya harus tersedia Alat Pemadam Api Ringan di Rumah Sakit.

Selain beberapa saran di atas, dari pihak dinas Lingkungan Hidup juga menyarankan adanya Bak Biologi sebelum air dibuang (semacam kolam ikan) yang menunjukkan pada masyarakat bahwa limbah yang terbuang betul-betul sudah steril dan tidak mengganggu mahluk hidup.

Untuk segera mewujudkan hadirnya Rumah Sakit untuk umat. Tentu saja dibutuhkan dukungan dari umat pada umumnya dan kaum nahdliyin pada khususnya. Panitia akan membuka tangan lebar-lebar menerima infaq, sodaqoh, bahkan Inves dari berbagai pihak yang mau mendukung pembangunan Rumah Sakit ini.

Bagi semua pihak yang berniat membantu pendirian Rumah Sakit Islam NU Mayong dapat menyalurkan Infaq, Sodaqoh maupun Inves dengan mengklik halaman INFAQ/SODAQOH PEMBANGUNAN RSI NU MAYONG atau dapat menghubungi panitia dengan mengklik no W.A 085865195232