Setelah dilakukan sidang pemeriksaan formulir Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup 16 april 2020 lalu, dan setelah dilakukannya revisi Dokumen UKL UPL, Dinas Lingkungan Hidup kabupaten jepara akhirnya memberikan rekomendasi persetujuan terhadap upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup pembangunan Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama Mayong.

Dalam Rekomendasi NOMOR : 660.1/UKL UPL/20/2020 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara menyampaikan Bahwa penyusunan UKL UPL kegiatan dan/atau usaha Pemhangunan Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ularna Mayong yang dilakukan oleh YAKIS NU Mayong merupakan pemenuhan komitmen lzin Lingkungan yang telah dan/atau akan diterbitkan lembaga OSS.

Dari hasil pemeriksaan UKL UPL kegiatan dan/atau usaha Pembangunan Rurnah Sakit Islam Nahdlatul Ulama Mayong yang dilakukan pada tanggal 16 April 2020, dan juga mempertimbangkan kriteria sebagaimana pada pasal 38 Peraturan menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P. 26/Menlh/Setjen/Kum.1/7/2018 tentang Pedoman Penyusunan dan Penilaian Serta Pemeriksaan Dokumen Lingkungan Hidup dalam Pelaksanaan Pelavanan Perizinirn Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik secara substansi dan teknis dapat disetujui oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara

Selain itu setelah dilakukannya penyampaian revisi dokumen UKL UPL kegiatan dan/atau usaha Pembangunan Rumah Sakit Islarn Nahdlatul Ulama Mayong yang dilakukan oleh YAKIS NU Mayong pada tanggal 30 April 2020 telah sesuai dengan saran dan masukan Tim Pemeriksa.

Dengan memperhatikan beberapa hal di atas Dinas Lingkungan Hidup memherikan rekomendasi UKL UPL kepada Yayasan Kesehatan Islam Nahdlotul Ulama Mayong dalam kegiatan dan/atau Usaha Pembangunan Rumah Sakit Umum Swasta Tingkat Madya (Setara dengan RSU kelas C) dengan penanggung jawab usaha Mughis Nailufar, S,Pd.l, S,Pd, M,Pd sebagai Ketua Umum Yakis Nahdlotul Ulama dengan lokasi kegiatan di Desa Singorojo: RT 001 RW 002 Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara.

Skala/Besaran Usaha dan/atau Kegiatan Pembangunan Rumah Sakit Islam Nahdlotul Ulama Mayong dengan luas tapak kegiatan 4.273 m2, Luas lahan tertutup bangunan 8.966 m2 dengan Jumlah bed rawat inap 100 unit.

Dalam rekomendasi ini Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara juga mengatur antara lain bahwa :

  1. UKL UPL yang disetujui, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rekornendasi dan menjadi acuan bagi pelaku usaha dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup.
  2. Kegiatan yang rnenjadi sumber dampak dan besaran dampak kegiatan dan/atau usaha Pernbangunan Rurnah Sakit Islam Nahdlatul Ulama RSI NU Mayong ini meliputi:
    a. Tahap Pra-Konstruksi berupa pengurusan perizinan, pembersihan lahan dan mobilisasi alat/bahan.
    b. Tahap Konstruksi berupa rekruitment dan mobilisasi tenaga kerja, aktivitas domestic pekerja di barak kerja, kegiatan galian dan timbunan tanah, pengangkutan bahan material dan peralatan kerja, pekerjaran struktur bangunan dan fasilitas penunjang,
    c. Tahap Operasionai berupa operasional pelayanan kesehatan, rencana zonasi, pengelolaan sanitasi, kebutuhan energy Iistrik dan BBM
  3. Prakiraan dampak kegiatan dan/atau usaha Pembangunan Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (RSI NU) Mayong adalah sebagai berikut:
    a. Tahap Pra-Konstruksi meliputi penurunan kualitas udara dan peningkatan kebisingan, persepsi masyarakat.
    b. Tahap Konstruksi meliputi kesempatan kerja, penurunan kualitas udara lingkungan kerja, udara ambien dan emisi udara, peningkatan kebisingan, penurunan kualitas air tanah, persepsi masyarakat.
    c. Tahap Operasianal rneliputi persepsi masyarakat, penurunan kualitas udara lingkungan kerja, udara ambien dan emisi udara, penurunan kualitas air tanah, penurunan kualitas air perrnukaan, penurunan sanitasi lingkungan, timbulan limbah B3, pravalensi penyakit, terjadi penularan penyakit akibat inf’eksi nosocomial, peningkatan air larian/run-off, timbulan limbah cair, gangguan kesehatan dan keselamatan kerja.
  4. Prakiraan dampak, pengelolaan dampak dan upaya pemantauan yang dilakukan oleh pemrakarsa usaha dan/atau kegiatan Pembangunan Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (RS) NU Mayong yang dilakukan oleh YAKIS NU merupakan bagian tidak terpisahkan dari keputusan ini.
  5. Pemrakarsa kegiatan wajib melakukan seluruh ketentuan yang tercantum dalam matriks UKL-UPL dan hertanggungjawab sepenuhnya atas pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungan,
  6. Pada Tahap Operasional, pemrakarsa kegiatan wajib mengurus ijin perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui OSS yaitu Ijin Pengelolaan Limbah B3 untuk kegiatan penyimpanan Sementara Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (TPS LB3) dan Izin Pernbuangan Air Limbah.
  7. Pemrakarsa kegiatan waiib melaporkan pelaksanaan upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup kepada Dinas Lingkungan Hidup Kahupaten jepara dan instansi terkait setiap 6 (enam) bulan sekali terhitung sejak tanggal diterbitkannya surat rekornendasi ini.
  8. Memberikan akses kepada Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) dan/atau DLH Kab. Jepara untuk melakukan pengawasan serta dilarang menghalangi kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh instansi Iingkungan hidup atau PPLH dalam mencari informasi terkait kegiatan usaha”
  9. Hal-hal vang perlu diperhatikan dalam usaha dan/atau kegiatan Pembangunan Rutnah Sakit Islarn Nahdlatul Ularna (RSI NU) Mayong yang dilakukan oleh YAKIS NU antara lain :
    a. Mengutamakan tenaga kerja lokal pada saat operasional
    b. Wajib mengikursertakan seluruh karyawan pada program jaminan social ketenagakerjaan
    c. Melakukan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracum (B3) sesuai regulasi dengan tidak rnernbuangnya ke rnedia lingkungan.
    d. Menyediakan dana CSR untuk pernberdayaan Masyarakat dan bantuan untuk perbaikan fasilitas umum di sekitar tapak kegiatan
    e. Melakukan pengelolaan Limbah cair domestik menggunakan IPAL dan wajib memenuhi Baku Mutu limbah domestik sebelum dibuang ke saluran
    f. Membuat Sumur Peresapan Air Hujan (SPAH) dengan jumlah sesuai dengan rasio luas lahan tertutup untuk meminirnalkan dampak run off air hujan
    g. Melakukan pengelolaan sampah domestik dengan prinsip 3R serta bekerjasama dengan DLH untuk pembuangan sampahnya
    h. Menjaga kebersihan saluran drainase disekitar Rumah Sakit
    i. Wajib menyediakan APAR dengan jumlah sesuai dengan rasio luas lantai bangunan sebagai sistem proteksi kebakaran aktif
    j. Menyediakan area penghijauan dan resapan paling sedikit 30% dari total lahan yang digunakan untuk kegiatan
    k. . Memasang rarmbu lalu lintas di pintu masuk dan keluar rumah sakit
  10. Apabila dalam pelaksanaan usaha dan/atau kegiatan timbul dampak lingkungan hidup di luar dari dampak yang dikelola, penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan wajib melaporkan dan mengkonsultasikan pengelolaan dampak lingkungan kepada OPD terkait.
  11. Rekomendasi yang telah diterbitkan dapat dibatalkan apahila :
    a. Persyaratan yang diajukan dalam permohonan mengandung cacat hukum, kekeliruan, penyalahgunaan serta ketidakbenaran dan/atau pemalsuan data, dokumen dan/atau informasi
    b. Kewajiban yang ditetapkan dalam UKL UPL tidak dilaksanakan oleh penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan
    c. Tidak melakukan pelaporan implernentasi UKL UPL selama 6 periode laporan (3 tahun) secara berturut-turut
    d. Tidak dilaksanakannya rencana kegiatan dan/atau usaha dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak diterbitkannya rekomendasi ini
    Rekomendasi tidak berlaku apabila pelaku usaha rnelakukan perubahan dan pengembangan kegiatan dan/atau usaha yang meliputi antara lain penambahan area kegiatan dan bangunan, perubahan desain bangunan, perubahan proses, perubahan kapasitas produksi, perubahan penggunaan bahan baku dan bahan penolong atas usaha dan/atau kegiatan.
    Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan sehubungan dengan penerbitan rekomendasi ini, maka akan dilakukan penyesuaian dengan ketentuan yang berlaku

Demikianlah rekomendasi yang diberikan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara yang ditandatangani Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara Farikhah Elida, ST, MT pada tanggal 8 Mei 2020.

Dengan diberikannya Rekomendasi ini tentu menambah semangat juang panitia untuk mewujudkan hadirnya Rumah Sakit untuk umat. Akan tetapi tentu saja semangat tim panitia ini hanya akan sia-sia jika tidak ada dukungan dari umat pada umumnya dan kaum nahdliyin pada khususnya. Panitia akan membuka tangan lebar-lebar menerima infaq, sodaqoh, bahkan Inves dari berbagai pihak yang mau mendukung pembangunan Rumah Sakit ini.

Bagi semua pihak yang berniat membantu pendirian Rumah Sakit Islam NU Mayong dapat menyalurkan Infaq, Sodaqoh maupun Inves melalui dengan mengklik halaman INFAQ/SODAQOH PEMBANGUNAN RSI NU MAYONG atau dapat menghubungi panitia dengan mengklik no W.A 085865195232