Prof DR KH Said Agil Sirad MA
Prof DR KH Said Agil Sirad MA memberi mauidloh khasanah dalam rangka akhirussanah yayasan Handiqiyah Jumat 21 Juni 2019

NU-Mayong. Ketua Umum PBNU, Prof DR KH Said Agil Sirad MA terkejut. Beliau tidak menduga akan dapat “Surprise” di hari Miladnya.

Surprise ini beliau terima saat beliau diundang untuk memberikan mauidloh hasanah dalam rangka Akhirus sanah yayasan Handiqiyah yang dipimpin KH Hayatun Abdullah Handiq jumat 21 juni 2019 di Nglarangan Gemiring lor Nalumsari Jepara.

Dalam mauidlohnya beliau menyampaikan, yang pertama orang NU, generasi NU harus rajin membaca Alqur’an kenapa? lalu beliaupun ndongeng. Di jaman Nabi, Syadina Umar masuk islam karena mendengar adiknya membaca Alqur’an. Demikian juga di Nusantara.

Prabu Siliwangi yang hendak menyerang islam membatalkan niatnya karena jatuh cinta pada Subanglarang yang sedang membaca Alqur’an. Lalu oleh kyai Hasanudin alias syeh qurok -ulama ber ras thiong hoa-, penyebar islam pertama di sunda, niat Prabu Siliwangi memperistri Subanglarang disetujui dengan syarat sang prabu membaca syahadat. Dan dari perkawinan mereka lahirlah pangeran Kian Santang yang akhirnya dikenal dengan nama sunan rahmat suci yang menyebarkan islam di daerah pasundan.

Yang kedua seperti yang nabi lakukan kepada sahabat-sahabatnya yaitu dengan membekali akhlaq. Demikian juga dengan orang NU juga harus berakhlaq yang baik
mempunyai prinsip. Tidak bisa dipengaruhi oleh hal-hal yang buruk. Orang NU juga harus begitu

Yang selanjutnya orang NU juga harus berilmu dan mempunyai skill. Beliau mencontohkan Rosul memerintahkan agar sahabat Zaid untuk mempelajari bahasa Ibrani. Agar tidak ditipu orang yahudi. Ke depan perekonomian dunia akan dikuasai china, oleh sebab itu wong NU juga harus bisa bahasa mereka.

Kyai Said juga mengingatkan akan bahaya perkembangan jaman dimana saat ini sedang terjadi revolusi industri 4.0. Dimana arus informasi yang begitu cepat beredar, khususnya melalui medsos. Padahal belum jelas kebenarannya. Banyak berita bohong beredar. Padahal hal ini sudah diingatkan oleh Alqur’an. Medsos juga bisa menghancurkan tali silaturrahmi. Bahkan dalam keluarga sendiri sudah jarang ibu mengelus kepala anaknya tapi lebih banyak ngelus-ngelus hape.

Yang terakhir Kyai Said menyampaikan, setelah Rosul menggembleng sahabat-sahabat nya dengan Alqur’an, Ahlaq, Ilmu. Terakhir Rosul mengajari kearifan atau hikmah. Kearifan ini letaknya ada di hati. Kearifan ini dimiliki oleh orang-orang sholeh yang suci hatinya.