Foto : Hisyam

Jepara-Pengurus cabang Nahdlotul Ulama Jepara ahad 1 april 2020 kemarin mengadakan kegiatan peringatan harlah NU. Hari lahirnya NU sendiri adalah 31 Januari 1926 Syamsiah atau bertepatan dengan 16 Rajab 1344 Qomariah.

Kegiatan peringatan harlah NU oleh PCNU Jepara ini berupa Safari Ziarah poro Masyayih NU di Kabupaten Jepara.

Meski hujan mengguyur Jepara secara merta sejak malam, tak menyurutkan nyali para jamaah untuk tetap bersafari ziarah.

Safari ziarah di mulai dari Maqam Gandrung Jepara dilanjutkan ke Maqam Bangsri.Tokoh-tokoh yang di ziarahi maqomnya antara lain ; K. Fauzan, K. Amin Sholeh, K Harun, serta para masyayih di Bangsri.

Dari Bangsri safari dilanjutkan ke Kedung jumleng Ngroto Mayong Jepara, yaitu ke Maqam Kyai Muhammad Tasmin. Menurut riwayat, mbah Kyai Tasmin adalah panglima perang Diponegoro di jaman penjajahan Belanda.

Kyai Tasmin sendiri merupakan Kakek dari kyai Sholeh Darat Semarang, guru dari KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) dan KH Hasyim Asyari (pendiri NU).

Makam mbah taslim,
(Foto : Hisyam)

Sedangkan silsilah K Tasmin adalah : Muhammad Tasmin bin Pupus/Abdul Aziz bin Waliyullah al Qutub bin Arum Bonang bin Said Damarwulan bin Sunan Giri.

Safari ziarah diakhiri di Maqam Penggung Nalumsari. Tokoh yang di Ziarahi antara lain Kyai Abdullah handziq dan Mbah Zumar.

Sementara rencana ziarah ke desa Mayonglor yaitu Maqom K. Sholeh dan K. Yasin ditunda sementara waktu.

Salah seorang peserta ziarah, Al ustadz Arif Jauhari, M.Pd yang urung jadi panitia lokal untuk Mayong tetap semangat dan merasa bersyukur bisa menjadi bagian dari kegiatan tersebut, meskipun beliau hanya “hanya nyegat ndalan”.