Rupa-rupanya bukan hanya Presiden Yang digulingkan.Di era demokrasi
sekarang ini, seorang kepala desa yang bermasalah bisa diturunkan dari
jabatannya.

Hal ini terjadi pada Waluyo, kepala desa Sengon Bugel Kecamatan Mayong
Kabupaten Jepara.

Waluyo diturunkan dari jabatannya melalui surat keputusan Bupati
Jepara setelah 3/4 anggota BPD mengusulkan pemberhentian tetap Waluyo
sebagai Kepala Desa.

Pada Tahap Sebelumnya Waluyo sudah dinon aktifkan selama lebih dari 6
bulan. Yang bersangkutan di non aktifkan setelah mendapat peringatan
beberapa kali atas kesalahannya yang tidak membuat LPJ Banprop 2014
dan LPJ ADD 2014, sehingga banprop 2015 dan ADD 2015 dan ADD 2016 tidak cair yang nilainya lebih dari 1 Milyar rupiah. Atas usulan Masyarakat melalui BPD untuk memberhentikan Waluyo.
Atas pemberhentian tersebut maka pada hari Jumat 14 Oktober 2016 pukul
09:00 WIB di Pendopo Kecamatan Mayong dilakukan serah terima jabatan
“Petinggi” dari Waluyo kepada PLT  Arief Budiyanto.

Pada serah terima jabatan tersebut Bupati yang diwakili Kabag
pemerintahan menyampaikan bahwa memang jadi pemimpin itu susah, harus
bisa “Ing Ngarso Sung Tulhodo, Ing Madyo Mangun Kasro, Tut Wuri Handayani”.
Didepan harus menjadi contoh yang baik, ditengah-tengah harus bisa
membaur dan memberi motivasi agar orang-orang yang dipimpinnya bergerak maju, dibelakang seorang pemimpin harus mengawal dan mendorong agar masyarakat terus bergerak maju.

Camat Mayong Rini Patmini ketika dikonfirmasi, menyampaikan bahwa
selama ini yang bersangkutan sudah dibina, diajari membuat LPJ, bahkan
diberi contoh tinggal menjiplak format yang ada dan mengganti angka
sesuai dengan situasi desa setempat. Tapi yang bersangkutan tetap tidak bergeming.

Sementara pihak  Waluyo ketika dikonfirmasi melalui orang kepercayaannya justru mempertanyakan landasan hukum dari Surat Keputusan Bupati tersebut.

sumber http://bundelberita.blogspot.co.id/