Demikianlah seperti peribahasa kegiatan MWC NU Kecamatan Mayong tgl 9 Mei 2016 kemarin.

Entah karena Hebat atau Karena kurang dana sehingga tiga kegiatan dijadikan satu malam, begitu seloroh KH Buchori Masruri dari Semarang, saat beliau didapuk memberi tausiah.

tgl 9 Maei 2016 MWC NU Kecamatan Mayong mengadakan pelantikan pengurus NU tingkat ranting se kecamatan Mayong, Dilanjutkan dengan Peringatan harlah NU ke 93, sekaligus peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad S.AW.

Dalam sambutannya, ketua MWC NU kecamatan Mayong kiai Mughis Nailufar yang masih muda, penuh semangat, memberi ucapan selamat atas dilantiknya pengurus tingkat desa se kecamatan Mayong beliau mengajak para pengurus ranting NU untuk bekerja keras sesuai tanggung jawabnya untuk terus mengembangkan NU ditingkat desa-desa, untuk menghalau paham-paham sesat, dan mewaspadai munculnya kembali paham PKI.

Jpeg

Sementara camat Mayong yang diwakili kasie pemerintahan sekaligus menjadi pj Kepala desa Mayonglor, Bapak Budi Tri Artanto. Menyampaikan bahwa kepenguruan ranting NU akan dianggarkan dalam APBDES. Selain itu beliau juga meminta pengurus ranting NU untuk membantu menjaga situasi kondusif, khususnya di desa berkaitan dengan akan dilaksanakannya PILKADES, bulan Oktober 2016 di dua Desa yaitu Pelemkerep dan Mayonglor, untuk kecamatan Mayong. Sedangkan di Jepara ada 29 desa yang melaksanakan pilkades serentak.

Beliau juga menyampaikan beberapa program pemerintah pusat yang tanpa diketahui, tiba-tiba merepotkan pemerintah tingkat desa, dan sebagian besar pemerintah tingkat desa kurang paham tentang pelaksanaan program-program pemerintah pusat. Sehingga pemerintah desa kadang jadi sasaran ketidakpuasan warga karena mereka tidak kebagian program pemerintah pusat, padahal pemerintah desa kurang tahu menahu asal usul data warga yang mendapat segala macam bantuan dari pemerintah pusat, seperti KKS, KIS, KIP dll.

Ketua Tanfidziah PC NU kabupaten Jepara. Mengingatkan agar NU harus netral dalam Pilkada. jepara
Ketua Tanfidziah PC NU kabupaten Jepara. Mengingatkan agar NU harus netral dalam Pilkada. jepara

Sedangkan pada sambutan berikutnya oleh KH Chayatun Abdullah Khandik selaku ketua tanfidz PC NU kabupaten Jepara, lebih pada mengingatkan kepada seluruh pengurus NU baik tingkat desa atau ranting, Majlis Wakil Cabang, atau tingkat kecamatan dan Pengurus Cabang, baik Jajaran Syuriah, Tanfidziah dan lain-lain, bahwa bulan ini bulan politik, tahun politik karena menghadapi Pilkada, selaku pengurus harus netral tidak memihak calon siapapun. Apalagi membawa umat ke arah kanan ke kiri, ke utara, ke selatan. Jangan sampai syuriah ke timur malah tanfidz ke barat. Sehingga ketika ketemu saling “Plerokan”.

Utamakan pengembangan NU, perhatikan warga NU jangan utamakan kepentingan politik salah satu pihak.

Acara malam itu diakhiri dengan tauziah oleh KH Buchori Masruri yang ternyata pencipta “perdamaian” yang meramaikan panggung musik Indonesia. Lagu yang dulu populer didendangkan Nasida Ria kini di aransemen ulang oleh Gigi dan dibawakan dengan garang yang menjadi ciri khas musik rock