BERSUCI HADAS KECIL DAN HADAS BESAR SERTA NAJIS

MENSUCIKAN NAJIS TANPA NIAT

 

Pertanyaan :
Sahkah mensucikan najis tanpa diniati atau disengaja ?

Jawaban :

Mensucikan najis tanpa diniati atau disengaja, hukumnya sah.
الطَّهَارَةُ  ضَرْبَانِ  طَهَارَةٌ  عَنْ حَدَثٍ وَطَهَارَةٌ عَنْ نَجْسٍ. فَأَمَّا الطَّهَارَةُ عَنِ النَّجْسِ فَلاَ تَفْتَقِرُ إِلَى النِّيَّةِ  لأَنَّهَا مِنْ بَابِ التُّرُوْكِ فَلَمْ  تَفْتَقِرْ إِلَى النِّيَّةِ كَتَرْكِ  الزّنَا وَالْخَمْرِ وَاللِّوَاطِ وَالْغَصْبِ وَالسَّرِقَةِ [المهذب 1/14[
“Bersuci ada dua macam; bersuci dari hadats dan bersuci dari najis. Untuk yang kedua tidak diperlukan niat karena termasuk bab yang perlu ditinggalkan, seperti menghindari zina, minum arak, homo, ghasab dan mencuri”. (Al-Muhadzdzab I/14).