imageGaung Pilakda Jepara semakin panas, perubahan arah perpolitikan terus berlangsung dari waktu ke waktu. disamping itu hitungan waktu pendaftaran bakal calon bupati wakil bupati kian dekat. Tentu saja hitungan waktu ini membuat spot jantung balon bupati yang ada karena partai-partai yang ada belum memberi kepastian rekomendasi pada mereka.
Melihat situasi ini beberapa orang yang memiliki idealisme di Jepara membuat gerakan. Orang-orang yang menghendaki perubahan bagi kemajuan Jepara ini berkolaborasi.
Haji Maskur yang merupakan motor penggerak komunitas itu menyampaikan bahwa komunitas ini mencita-citakan 7 perubahan, termasuk salah satunya adalah perubahan pada kekuasaan.
Diskusi malam itu dihadiri beberapa balon bupati antara lain Andang, Sudiharto (titop), Syamsul Anwar, Dwi Surjatmodjo, juga politisi senior Sudharsono.
Pada kesempatan yang sama, balon Bupati Kolonel Dwi Surjatmodjo yang lebih suka dipanggil pak dwi menyampaikan pandangannya, bahwa Jepara mempunyai potensi luar biasa untuk lebih maju, akan tetapi diperlukan leadership yang baik untuk memanage potensi yang ada. Bukan sekedar orang baik tetapi juga orang yang mempunyai kapasitas dan kapabilitas bagus. Oleh sebab itu dia pulang kampung dengan niat baik membangun Jepara.
Diskusi yang dilakukan di kediaman balon bupati Syamsul Anwar itu, dimaksudkan untuk menentukan siapa figur calon bupati yang akan diusung pada Pilkada Jepara 2017 melalui jalur independen.
Pada malam itu semua balon bupati yang hadir sepakat akan mendukung siapapun yang akan terpilih sebagai figur yang akan diajukan sebagai balon Bupati.
Setelah melalui diskusi panjang akhirnya Rabu dini hari tanggal 22 Juni 2016 forum memilih Dwi Surjatmodjo sebagai balon Bupati. sedangkan untuk pasangannya pak dwi minta waktu untuk mempertimbangkan siapa yang akan mendampinginya dari beberapa nama yang ditawarkan. Hal ini dimaksudkan agar pasangan betul-betul solid hingga akhir masa jabatan dan bisa bekerja maksimal.