image Gambar ini sangat mengejutkan. Setelah sebelumnya Komunitas Rumah Perubahan dalam diskusi tanggal 21 Juni 2016 malam dan berakhir 22 Juni 2016 di Rumah H. Syamsul Anwar, memutuskan Dwi Surjatmodjo sebagai Figur yang dicalonkan maju sebagai balon bupati melalui jalur independen, dan semua hadirin yang ada di forum sepakat akan memegang komitmen. Sedangkan untuk balon Wagub akan dipilih oleh pak dwi. Nama-nama yang muncul sebagai balon wabup  antara lain : Maya Dina, Andang dan Titop (Sudiharto). Baca Jalur Independent Pilihan Para Balon Bupati Jepara.

Pertanyaannya mengapa tiba-tiba ada perubahan. Syamsul Anwar sebagai tuan rumah pertemuan tersebut tiba-tiba maju sebagi balon bupati juga lewat jalur independen?

H. Maskur selaku salah satu motor Rumah Perubahan ketika dikonfirmasi menyatakan antara lain :

” RP (Rumah Perubahan) Tetap sebagai penyeimbang, Khan sdh melahirkan sosok independent-Independent untuk pembelajaran politik jepara. Pak Dwi masih mencari pasangan. Dan RP akan support pemikiran dll. Bang Bolon dengan titop. Mungkin akan ada yg lain. Sehingga nantinya sblm pendaftaran akan terselaksi secara natural siapa yg akan maju dan layak di terima oleh masyarakat Jepara. RP akan memberi pembelajaran politik dimana partai politik tidak bisa semena-mena dengan konstituennya.

….. Insyaallah RP kommit. Sesuai dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya, Bahwa RP sebagai wadah pemikiran-pemikiran dan ide-ide pembaharuan, Kalau hanya mengikuti yang terakhir nggak bisa, Sebab ada kesepakatan-kesepakatan sebelum-sebelumnya, Dimana RP akan dukung siapa saja yg memiliki kesamaan misi dan visi jepara lebih baik.

Sampai saat ini pun pak dwi blm memutuskan siapa yg akan di gandengnya. Hanya bang bolon dan titop yg adh bisa menyatakan lengkap pasangannya.

Samsul komit tetap maju melalui jalur partai, Nggak independent. RP saat ini masih nunggu team dr pak dwi juga blm ada info.

RP saat ini juga masih konsolidasi lintas ormas. Bagaimana MD dan NU bisa menyatu sebagai kekuatan untuk mendukung sosok perubahan, Termasuk calon independent.”

Sudiharto (Titop) sebagai balon bupati yang sebelumnya maju independen, yang hadir juga pada pertemuan malam itu merasa ada pengkhianatan kesepakatan, tapi dia tetap semangat.

Sedangkan Dwi Surjatmodjo hanya menanggapi dingin “Begitulah kalau orang tidak tercapai keinginannya.”

Lalu bagaimana tanggapan Syamsul Anwar ?

Mohon maaf saya sendiri juga tidak tahu, bangun-bangun ada gambar diatas meja..saya tanya ternyata, aspirasi dari habaib jepara. Saya dari awal tidak tertarik mengikuti seleksi di RP. Makanya dari awal saya tidak mau dicalonkan dari gerbong RP.. ngoten mas..

Untuk kesepakatan RP setelah diputuskan pak dwik, saya kurang aktif, karena sepertinya pak dwik blm ada kelanjutanya.

Saya ditunjuk tuan rumah … saya fasilitasi, otomatis saya hadir. Masalah apa yg diputuskan, saya kira forumlah yang memutuskan.. saya menghargai dan mengapresiasi.. tapi kalau para alim, habaib menginginkan  saya… itu diluar kehendak saya,  krn selama ini saya tidak pernah meminta. paska gerindra cenderung ke mr. B. Jujur, saya justru lebih nyaman, karena saya tidak lagi mempertaruhkan masa depan saya dan keluarga saya..